0 komentar

Apa Sih Fungsi Metering Di Kamera?

Fotografi Pemula - Pengguna kamera di era fotografi digital saat ini memiliki kemudahan dalam memilih dan merubah mode metering, metering bisa dikatakan adalah bagaimana kamera mengukur kecerahan subyek. Pengaturan metering bekerja dengan cara menilai atau menaksir jumlah cahaya yang tersedia ketika pemotretan dan kemudian menyesuaikanexposure, tetapi terkadang kamera ketika menggunakan mode Program, Shutter Priority atau bahkan Aperture Priority tidak cukup pandai untuk mendapatkan exposure yang tepat. Hal ini bisa diatasi dengan kemampuan fotografer untuk membuat penyesuaian secara manual pada mode metering yang ada di kamera.



1. Evaluative Metering (kamera Canon), atau Evaluative/Matrix Metering (Nikon). Ini adalah pengaturan default pada kebanyakan kamera. Kamera memilih metering secara otomatis yang sesuai dengan adegan serta subyek pemotretan. Seluruh gambar atau adegan yang ada di viewfinder digunakan untuk menilai matering yang tepat untuk digunakan. Gambar dibawah ini adalah pengaturan yang digunakan ketika Sobat tidak yakin mode apa yang dibutuhkan oleh sebuah adegan atau gambar yang akan dipotret.
evaluativemetering

2. Partial Metering (Canon), atau Spot Metering (Nikon) - Tipe metering ini sangat membantu pada saat memotret subyek dalam kondisi back-lit. Metering dititik beratkan di pusat gambar, dan berukuran sangat kecil pada frame. Gunakan mode ini ketika sobat memiliki area tertentu (spesifik) dalam frame yang ingin diukur exposurenya.
partialmetering


3. Center-Weighted Average Metering (Canon), atau Center-Weighted Metering (Nikon)- Pengaturan metering ini memprioritaskan di area tengah frame atau foto, tetapi juga mengambil porsi disekitar titik tersebut sebagai pertimbangan. Metering ini pada dasarnya berada diantara Evaluative dan Partial Metering. Gunakan pengaturan metering ini ketika subyek berada ditengah-tengah frame atau foto dan terexpose secara sempurna, sehingga subyek tidak memiliki dampak dari exposure bagian background.
centerweightedmetering


Perbedaan exposure dari gambar-gambar diatas mungkin terlihat sedikit, tetapi pada contoh Metering partial bisa dikatakan telah mencapai keseimbangan cahaya dan exposure yang paling tepat, karena benda tersebut terkena cahaya dari belakang, dan mengukur exposure dari pusat obyek menggunakan partial metering merupakan keputusan paling tepat.

read more
0 komentar

Memberikan Ruang Kosong Pada Subyek Gerak - Komposisi


Komposisi Fotografi - Beberapa waktu lalu InFotografi memberikan tips bagaimana kita melakukan komposisi fotografi dengan memberikan "ruang kosong" dalam frame pada foto subyek yang sedang bergerak, atau yang sering disebut dengan "Active Space". Hal ini dilakukan untuk memberikan keseimbangan dalam foto dan memberikan jawaban kepada penikmat foto atas pertanyaan "dimana subyek akan pergi atau bergerak?"
Red Bull Air Race

Bagaimanapun aturan dibuat untuk dilanggar dan setiap aturan memiliki celah dimana kita bisa melanggarnya dengan hasil yang lebih bagus ataupun efektif.

1. Subyek yang bergerak dan meninggalkan "sesuatu"

Saat yang paling ideal untuk melanggar serta mematahkan aturan diatas adalah ketika subyek bergerak dan meninggalkan sesuatu atau jejak. Beberapa subyek yang bergerak meninggalkan jejak dibelakang mereka yang bisa dijadikan focal point yang layak untuk dimasukkan ke dalam frame foto kita. Sebagai contoh: air yang terbelah dibelakang peselancar air, asap pesawat terbang atau jet yang membelah langit biru, asap atau debu dari mobil rally, dan lain-lain.
Superman

Air Show

2. Menggambarkan kecepatan

Sobat mungkin bisa juga melanggar aturan tersebut ketika ingin menggambarkan atau menonjolkan sisi kecepatan subyek, dengan menempatkan subyek tersebut ditepian frame. Dengan cara ini Sobat bisa menggambarkan pada penikmat foto bahwa subyek bergerak cepat sehingga susah untuk mengejarnya. 
Running through strings

3. Menunjukkan perjalanan

Alasan terakhir ini dirasa juga tepat untuk melanggar aturan, yaitu ketika Sobat ingin memvisualisasikan sebuah perjalanan dimana subyek sudah berada di tujuannya dan bukannya kemana mereka akan pergi.
Journey...



read more
0 komentar

Tips Memotret Di Bawah Sinar Matahari Terang



A natural light portrait - outdoor portrait - Shima - IMGX0130

Tips Fotografi - Sobat sedang memotret model bersama teman-teman di siang hari atau dibawah sinar matahari yang terang?. Beberapa dari sobat sekalian mungkin akan menganggap bahwa dengan banyak atau terangnya cahaya berarti akan menghasilkan foto yang hebat bukan?


Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika mengambil foto portrait dibawah sinar matahari terang. Kami berusaha mengulasnya sesederhana mungkin agar mudah diaplikasikan di outdoor dan tidak perlu mengusung perangkat studio outdoor bersama dengan kalian.

1. Fill Flash

Sobat mungkin akan berpikir: Terasa aneh ketika menyalakan flash disiang hari, tetapi inilah salah satu waktu yang tepat untuk mempergunakan flash. Bayangan gelap yang ada di wajah subyek foto (biasanya ada di bagian bawah mata) ketika memotret disiang hari bisa dihilangkan dengan hanya menambahkan sedikit cahaya dari flash built ini kalian.

Kamera DSLR sekarang ini sudah banyak yang memilik fitur untuk mengontrol intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh flash built-in, biasanya disebut dengan flash compensation. Sobat bisa menambah atau mengurangi setelah melakukan beberapa percobaaan jepretan sampai kalian mendapatkan hasil yang terasa natural.

Kabar baiknya dalam menggunakan flash atau fill flash adalah background sering kali berdampak background akan menjadi sedikit gelap. Hal ini bisa memberikan kesan Model sebagai Point of Interest menjadi semakin menonjol dibandingkan Background. Fill flash juga akan menciptakan kilau kecil dibagian mata subyek kalian.

Terkadang dengan menggunakan fill flash bisa memberikan kesempatan kita untuk memotret dengan posisi subyek/model membelakangi cahaya. Hal ini berarti wajah mereka tidak menghadap langsung cahaya matahari, tetapi subyek akan mendapatkan cahaya yang mengenai sekitaran rambut dan bahu, dan itu akan memberikan dampak yang bagus.

2. Memotret di teduhan/naungan

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya "belang-belang" dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.

Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita.

3. Gunakan Reflektor

Tips kali nomor Tiga ini tidak berarti Sobat harus selalu menyiapkan reflektor di dekat kalian, walaupun ada fotografer yang selalu membawa reflektor portable kecil di dalam tas kamera mereka. Jika Sobat tidak ingin repot membawa reflektor, kalian masih bisa menggunakan prinsip dasar bagaimana memantulkan sedikit cahaya ke arah wajah subyek guna membantu menerangi bagian wajah yang terkena bayangan.

Prinsipnya adalah setiap permukaan yang bewarna putih (atau terang) bisa berperan sebagai reflektor cahaya, dan jika diposisikan pada sudut yang tepat maka kalian bisa memanfaatkannya untuk memberi subyek/model sedikit cahaya ekstra.

Sobat bisa memposisikan subyek kalian dekat dinding putih atau memposisikan benda dengan permukaan putih disekeliling subyek untuk memantulkan cahaya ke area wajah. Beberapa fotografer lebih memilih menggunakan aluminium foil atau bahan styrofoam lebar sebagai reflektor.


read more
0 komentar

Memotret Sunrise dan "Magic Light"


Sunrise - Long Reef

Belajar Fotografi - Kenapa memotret sunrise? bagi beberapa orang ini adalah alasan bagus untuk bangun pagi, dan yang pasti Sobat akan mendapatkan subyek yang orisinil. Tidak ada Dua foto sunrise (atau sunset) yang identik sama. Tidak hanya itu, langit juga kerap berubah setiap menit, terutama pada saat 30 menit sebelum matahari terbit sampak ke Satu jam setelah matahari terbit dari horison. Air, awan, serta atmosfir nya pun berbeda.Sekali lagi tidak ada Dua foto yang akan sama!

Berikut ini adalah teknik-teknik yang bisa Sobat lakukan dalam memotret sunrise:
  • Sampai di lokasi minimal 30 menit sebelum sunrise. Sobat dengan melakukan hal ini akan memberikan waktu untuk setup atau memasang perangkat fotografi di tempat yang strategis. Luangkan sedikit waktu juga untuk mencari kira-kira dimana spot yang paling bagus untuk memotret. Dan ketika matahari mulai terbit, Sobat tentu hanya ingin berkonsentrasi pada subyek kalian.
  • Jangan tunggu matahari terbit untuk memotret. Beberapa foto yang hebat bisa didapatkan beberapa menit sebelum matahari terbit di horison, dan ini sama juga berlaku pada saat memotret sunset. Langit sebelum sunrise juga cukup dramatis dan layak untuk dipotret.
  • Gunakan tripod yang stabil dan ball head yang berkualitas. Kunci dari foto yang tajam adalah teknik fotografi yang di dukung dengan tripod serta ballhead yang berkualitas. Jika Sobat memang suka memotret nature atau wild life berinvestasilah pada perangkat fotografi tersebut.  Sobat mungkin bisa memiliki kamera serta lensa dengan kualitas terbaik, tetapi tanpa pengetahuan teknik foto tajam serta perangkat lain, foto kalian tidak akan optimal.
  • Fokuskan di tengah-tengah horison. Fokus hendaknya diletakkan di separuh horison. Jika subyek kalian memiliki range jarak yang jauh, gunakan setidaknyaaperture f/8 (di beberapa lensa ini adalah sweet spot). Bisa dipastikan dengan memfokuskan di tengah-tengah maka foreground dan background bisa terfokus dengan baik.
  • Gunakan Remote Shutter Release. Perangkat fotografi ini (Remote Shutter Release) atau bisa juga self-timer kamera hendaknya digunakan ketika kalian memotret pada kondisi rendah cahaya. Sobat tentu tidak ingin adanya getaran di kamera saat menekan tombol shutter bukan?
  • Luangkan waktu untuk komposisi. Banyak foto-foto dari fotografer, terutama foto sunrise yang hasilnya seperti terbelah menjadi Dua, ini dikarenakan mereka mengkomposisikan 1/2 langit dan 1/2 bagian lain adalah air (foreground). Kami merekomendasikan mengkomposisi frame dengan 2/3 langit dan 1/3 foregroung, atau sebaliknya.
  • Tambahkan elemen manusia. Sobat jangan ragu untuk menambahkan elemen-elemen yang berhubungan dengan manusia guna menambah skalabilitas pada gambar kalian. Dermaga kapal, pagar, rumah-rumah penduduk akan menambah "drama" pada foto sunrise atau sunset kalian.
  • Bersabarlah dan tunggu 30 sampai 45 menit setelah sunset atau sunrise.Magic Light bisa saja muncul sebelum atau sesudah sunrise. Cahaya serta warna langit akan berubah dari menit ke menit. Dengan tiba 30 menit sebelum sunrise bisa memberikan peluang foto yang dramatis, tergantung pada kondisi. Hal ini juga berlaku pada 45 menit sesudah sunset.

read more
0 komentar

tips memotret air terjun



Waterfall :: Sylvia Falls

Teknik Fotografi - Indonesia merupakan negara tropis yang diberkahi oleh banyak air terjun dramatis. Seorang fotografebahkan berulang kali mengunjungi satu tempat atau situs air terjun. Kami sering membahas bahwa dengan berulang kali memotret satu tempat dan mengeksplorasinya bisa meningkatkan teknik fotografi kita, dan bahkan cuaca yang berubah bisa membuat hasil foto kita menjadi lebih baik. 


Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal ketika memotret air terjun:
  1. Lighting atau pencahayaan: Pencahayaan terbaik adalah pada saat mendung, dan itu berlaku pada beberapa bidang fotografi outdoor yang lain, terutama pada saat hujan atau setelah hujan. Awan mendung sangat diperlukan sebagai difuser cahaya matahari agar kita mendapatkan shutter speed yang relatif lambat.
  2. Shutter Speed: Sobat membutuhkan jepretan dengan shutter speed sekitar 1 atau 1.6 detik agar mendapatkan foto air terjun yang blur dan halus seperti kapas. Untuk mendapatkan kecepatan shutter tersebut Sobat butuh untuk menggunakan aperturesekitaran f/16 atau bahkan lebih kecil. Sobat akan mendapatkan Depth of Field yang lebar, dimana semua frame akan terfokus. Jika cahaya pada saat pemotretan terlampau terang sehingga sulit untuk mendapatkan shutter 1 atau 1.6 detik, maca tidak ada salahnya mencoba menggunakan filter Neutral Density (ND).
  3. Filter ND: Filter neutral bisa dikatakan merupakan perangkat fotografi wajib ketika memotret air terjun. Penempatan filter ND di permukaan lensa akan mengurangi intensitas atau jumlah cahaya, yang berarti juga mengurangi shutter speed agar mengakomodasi pengurangan cahaya, tentu tanpa merubah warna subyek.
  4. Tripod dan Remote Shutter Release: Penggunaan tripod yang kokoh rasanya wajib digunakan ketika memotret menggunakan kecepatan shutter di kisaran 1 atau 1.6 detik. Remote shutter release juga bisa digunakan sebagai perangkat tambahan pada kecepatan tersebut. Penggunaan shutter remote release mampu mengeliminasi setiap getaran pada kamera ketika jari kalian menekan tombol shutter. Remote release tersedia bagi banyak merk atau model kamera, dan pastinya memiliki dampak yang besar bagi terciptanya gambar yang tajam. 
  5. Self-Timer Kamera: Penggunaan fitur self-timer pada kamera kalian akan memberikan dampak yang sama dengan penggunaan shutter remote release. Ketika fitur ini diaktifkan maka kamera tidak akan mengekspose file atau sensor gambar sampai waktu yang kita tentukan, biasanya beberapa detik. Coba atur self-timer ke 5 detik, rentang waktu tersebut cukup untuk menghentikan getaran pada kamera.

read more
0 komentar

Tips Edit Video dengan Adobe Premiere

a. Capture
Capture adalah proses memindahkan gambar dari kaset MiniDV ke harddisk komputer.

Cara capture selengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Aktifkan Adobe Premiere, lalu hidupkan handycam Anda.
2. Klik perintah yang muncul pada kotak Digital Video
Device, misalnya Edit and Record Video. Klik OK.
3. Kemudian klik New Project.
4. Pilih DV NTSC atau DV PAL, sesuaikan dengan jenis handycam Anda. Umumnya handycam produk Indonesia adalah PAL. Setelah itu, ketikkan nama proyek Anda pada kotak Name, misalnya “Peresmian”. Klik OK.
5. Selanjutnya Anda akan dibawa ke dalam Interface Adobe Premiere.
6. Kini pilih perintah File > Capture.
7. Pilih direktori untuk menempatkan hasil tangkapan video. Klik tab Settings.
8. Klik tombol Browse pada Video dan klik OK. Lakukan langkah serupa untuk Audio.
9. Gunakan tombol-tombol ini untuk melakukan operasi pada kaset MiniDV Anda yang ada di dalam handycam.
10. Selanjutnya klik Play dan klik Record sebagai tanda Anda sudah siap melakukan proses Capture.
11. Klik Stop jika Anda ingin menghentikan proses Capture. Terakhir ketikkan nama klip video Anda dalam Clip Name, sebagai contoh “peresmian.avi”.
12. Klik OK. Nah sekarang klip video Anda telah tersimpan dalam panel Project.

b. Editing di dalam Source Monitor
Editing di sini untuk memotong-motong klip video, karena banyak bagian yang ingin Anda potong atau tidak Anda diinginkan. 
Caranya :
1. Klik dan geser Klip video peresmian.avi ke dalam Source Monitor.
2. Tentukan awal potongan dengan menggeser . Lalu klik In Point .
3. Tentukan akhir potongan dengan menggeser lagi. Lalu klik Out Point.
4. Klik dan geser ke dalam Timeline.
5. Lakukan cara 1-4 kembali pada bagian lainnya dalam klip.

c. Editing di dalam Timeline
Lakukan editing ini jika masih ada bagian yang ingin Anda hilangkan. Banyak alat yang dipakai untuk mengedit di dalam Timeline. Alat yang umum digunakan pemula adalah :
• Move Tool : untuk memilih klip.
• Razor : untuk memotong klip.
• Rate Stretch Tool : untuk melambatkan kecepatan klip.

d. Menambahkan Efek
Klip video di dalam timeline dapat Anda beri efek agar tampilan video menjadi menarik. Caranya, pilih jenis efek yang ada dalam tab Effects, selanjutnya klik dan geser ke dalam klip video yang Anda inginkan. Atur efek dalam tab Effect Controls. Lihat hasilnya dalam layar Program.

e. Menambahkan Transisi
Transisi dipakai agar perpindahan antar 2 klip dapat lebih halus. Caranya pilih jenis transisi yang ada dalam folder Video Transitions dan geser ke dalam pertemuan 2 klip. Klik transisi yang telah Anda tambahkan dan atur transisi dalam tab Effect Controls.

f. Memadukan Klip Video
Anda ingin berkreasi dengan memadukan sejumlah video ? 
Caranya letakkan video 1 pada track Video 1, lalu letakkan video yang ingin Anda padukan pada track video 2, tepat di atas video 1. 
(Sebagai contoh video 1 adalah Brom.avi dan video 2 adalah cloud.avi).
Untuk memadukan kedua klip, klik klip cloud.avi, pilih tab Effect Controls, atur Opacity-nya. Lihat hasilnya di layar program. Untuk menambahkan klip video dari sumber lain ke dalam panel Project (misal CD), gunakan perintah File > Import.

g. Memadukan Klip Audio
Anda juga dapat memadukan klip Audio. Letakkan klip audio pada track Audio 1 dan klip audio 2 pada track Audio 2. Untuk mengatur volume klip audio 2 (misal agar terdengar sayup-sayup), maka atur volumenya dalam tab Effect Controls atau garis volume pada klip audio tersebut.
Untuk menambahkan audio ke dalam panel Project, gunakan perintah File > Import.

h. Menyimpan Proyek
Simpan proyek Anda dengan perintah File > Save, atau tekan Ctrl+S pada keyboard.

i. Langkah Render
Render adalah memproses edit yang telah Anda lakukan menjadi sebuah file video. Outputnya dapat Anda pilih sendiri, .avi atau .mpeg. Output AVI
• Pilih menu File > Export >Movie (Premiere Pro 2).• Pilih menu File > Export >Media (Premiere Pro CS3dan CS4).Output Mpeg
• Pilih menu File > Export >Adobe Media Encoder (Premiere Pro 2).
• Pilih menu File > Export > Media (Premiere Pro CS3 dan CS4).

Lama waktu render normalnya sama dengan durasi yang ada dalam timeline. Tentu saja ini sangat dipengaruhi oleh spesifikasi komputer Anda. Jika render adalah 4 kali dari durasi timeline, ini juga masih dalam kisaran normal.

sumber: http://www.wahyu-winoto.com/2011/01/tips-edit-video-dengan-adobe-premiere.html
read more
0 komentar

tata cahaya

- cahaya adalah suatu energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita untuk melihat.
- fungsi cahaya dalam kehidupan sehari-hari cahaya berfungsi membantu identifikasi objek oleh indra
  penglihatan (mata).
- cahaya dibidang fotografi menyinari objek menciptakan gambara yang artistik membuat efek khusus
  menghilangkan bayangan yang tidak perlu (mengganggu).
- jenis cahaya:
  * key light (cahaya kunci)
adalah cahaya yang langsung mengenai objek dan bersifat dominan. kebanyakan key light searah dengan camera untuk tujuan menciptakan efek tertentu key light dapat ditempatkan disamping kamera sehingga cahaya mengenai sebagian objek.
contoh gambar :




  * fill light (cahaya isi)
adalah cahaya yang berfungsi mengisi. key light yang mengenai satu sisi menimbulkan bayangan disisi lain. fill light berfungsi menghilangkan bayangan key light. fill light juga berfungsi meratakan intensitas sinar pada ruangan. jumlah fill light biasanya lebih dari satu disesuaikan dengan kebutuhan penglihatan bayangan.
contoh gambar :
  * back light (cahaya belakang)
adalah cahaya yang berasal dari belakang objek dan biasanya digunakan sebagai pembentuk gambar artistik dan memperkuat kesan (siluet, angker, misterius, dll).
contoh gambar :


read more